Kimia Medisinal 5

 Farmakodinamika Parasetamol

Parasetamol atau acetaminophen (N-acetyl-p-aminophenol) merupakan turunan sintesis nonopioid p-aminofenol. Parasetamol digunakan secara luas sebagai antipiretik dan analgesik. Dosis maksimum yang direkomendasikan untuk parasetamol adalah 4 gram/hari (4).

Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX,  cyclooxygenase ), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih boros menghambat COX-2. Meskipun memiliki aktivitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida yang dapat menyebabkan inflamasi. Hal lain, karena selektivitas penghambatnya pada COX-2, sehingga obat ini tidak menghambat aktivitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah.









Comments

  1. Berdasarkan pada video mengatakan bahwa meskipun memiliki aktivitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida yang dapat menyebabkan inflamasi.
    Berdasarkan pada jurnal yang saya peroleh, menunjukkan kombinasi ekstrak buah mengkudu dengan parasetamol dapat meningkatkan efek antiinflamasi yang muncul. Ekstrak buah mengkudu diduga menghambat reseptor histamin dan prostaglandin sehingga memunculkan efek antiinflamasi. Mengapa kedua hal tersebut bisa terjadi?

    ReplyDelete
  2. Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX, cyclooxygenase ), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih boros menghambat COX-2. Mengapa obat tersebut boros menghambat COX-2? Dan bagaimana mekanisme pct tersebut lebih boros menghambat COX-2?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts